Jumat, 24 Agustus 2012

I'tikaf Tata Cara dan Keutamannya

Itikaf adalah berdiam diri di masjid, sebagai ibadah yang disunahkan untuk dikerjakan di setiap waktu dan diutamakan pada bulan suci Ramadhan, dan lebih dikhususkan sepuluh hari terakhir untuk mengharapkan datangnya Lailatul Qadar. Hukum itikaf adalah sunnah.
Abu Hurairah berkata, Rasulullah SAW biasa beritikaf pada tiap bulan Ramadhan sepuluh hari, dan tatkala pada tahun beliau meninggal dunia beliau telah beritikaf selama dua puluh hari. (HR Bukhari).

Waktu Itikaf.
Menurut mazhab Syafi’i Itikaf dapat dilakukan kapan saja dan dalam waktu apa saja, dengan tanpa batasan lamanya seseorang beritikaf. Begitu seseorang masuk ke dalam masjid dan ia niat Itikaf maka syahlah Itikafnya.
Itikaf dapat dilakukan selama satu bulan penuh, atau dua puluh hari. Yang paling utama adalah selama sepuluh hari terakhir bulan suci Ramadhan
Rasulullah memulai itikaf dengan masuk ke masjid sebelum matahari terbenam memasuki malam ke-21. Itikaf selesai setelah matahari terbenam di hari terakhir bulan Ramadhan. Tetapi, beberapa kalangan ulama lebih menyukai menunggu hingga dilaksanakannya shalat Ied.
Dianjurkan untuk memulai itikaf di malam tanggal 21 setelah magrib, kemudian mulai masuk ke tempat khusus (semacam tenda atau sekat) setelah subuh pagi harinya (tanggal 21 Ramadan).
Aisyah radhiallahu ‘anha; beliau mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beritikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Aku membuatkan tenda untuk beliau. Lalu beliau shalat subuh kemudian masuk ke tenda itikafnya.” (H.r. Al-Bukhari dan Muslim)
Rukun Itikaf.
Itikaf dianggap syah apabila dilakukan di masjid dan memenuhi rukun-rukunnya sebagai berikut:
  1. Niat. Niat adalah kunci segala amal hamba Allah yang betul-betul  mengharap ridla dan pahala dari-Nya.
  2. Berdiam di masjid. Maksudnya dengan diiringi dengan tafakkur, dzikir, berdo’a dan lain-lainya.
  3. Di dalam masjid. Itikaf dianggap syah bila dilakukan di dalam masjid, yang biasa digunakan untuk sholat Jum’ah.
  4. Islam, suci dan akil baligh.
Cara ber-Itikaf.
  1. Niat ber-Itikaf karena Allah. Misalnya dengan mengucapkan: Aku berniat Itikaf karena Allah ta’ala.
  2. Berdiam diri di dalam masjid dengan memperbanyak berzikir, tafakkur, membaca do’a, bertasbih dan memperbanyak membaca Al-Qur’an.
  3. Diutamakan memulai Itikaf setelah shalat subuh, sebagaimana hadist Rasulullah saw: “Aisyah berkata bahwasannya Nabi saw. apabila hendak ber-Itikaf beliau shalat subuh kenudian masuk ke tempat Itikaf. (H.R. Bukhori, Muslim)
  4. Menjauhkan diri dari segala perbuatan yang tidak berguna. Dan disunnahkan memperbanyak membaca:

 أللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عنا

Ya Allah sesungguhnya Engkau Pemaaf dan mencintai maaf, maka maafkanlah kami.
Hikmah Ber-Itikaf .
Mendidik diri kita lebih taat dan tunduk kepada Allah.
  1. Lebih mudah memerangi hawa nafsu, karena masjid adalah tempat beribadah dan membersihkan  jiwa.
  2. Selama beritikaf hati kita akan terdidik untuk selalu suci dan bersih.
Tujuan Itikaf
  1.  Menghidupkan sunnah sebagai kebiasaan yang dilakukan oleh Rasulullah
  2. Meraih keutamaan-keutamaan bulan suci Ramadhan yang penuh berkah, rahmat dan ampunan.
  3. Menunggu saat-saat Lailatul Qadar yang nilainya sama dengan ibadah seribu bulan
Hal-hal yang membatalkan Itikaf.
  1. Berbuat dosa besar
  2. Berhubungan seksual.
  3. Hilang akal karena gila atau mabuk.
  4. Murtad (keluar dari agama).
  5. Datang haid atau nifas dan semua yang mendatangkan hadas besar.
  6. Keluar dari masjid tanpa ada keperluan yang mendesak atau uzur, karena maksud Itikaf adalah berdiam diri di dalam masjid dengan tujuan hanya untuk ibadah.
  7. Orang yang sakit dan  membawa kesulitan dalam melaksanakan itikaf.
Itikaf batal dengan keluar dari masjid tanpa udzur. Dan di antara bentuk udzur yang diperbolehkan adalah untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia (seperti makan, minum, mandi, buang air, dan semacamnya) jika memang semua itu tidak bisa dilakukan di masjid.
Orang yang itikaf boleh mengeluarkan sebagian anggota tubuhnya dari masjid dan itu tidak membatalkan itikafnya.
Orang yang beritikaf juga boleh menyisir, bercukur, memotong kuku, membersihkan diri dari kotoran dan bau. Bahkan, membersihkan masjid. Masjid harus dijaga kebersihan dan kesuciannya ketika orang-orang yang beritikaf makan, minum, dan tidur di masjid.
Itikaf bagi muslimah
Itikaf disunnahkan bagi pria, begitu juga wanita. Tapi, bagi wanita ada syarat tambahan selain syarat-syarat secara umum di atas, yaitu, pertama, harus mendapat izin suami atau orang tua.
Kedua, tempat dan pelaksanaan itikaf wanita sesuai dengan tujuan syariah DAN tidak menimbulkan fitnah bagi kaum lelaki. Para ulama berbeda pendapat tentang masjid untuk itikaf kaum wanita. Tapi, sebagian menganggap lebih baik jika wanita beritikaf di tempat shalat di rumahnya. Tapi, jika ia akan mendapat manfaat yang banyak dengan itikaf di masjid, maka tidak masalah.
Wanita boleh mengunjungi mahramnya yang tengah itikaf, dan hal itu tidak mengurangi nilai itikaf seseorang.
Keutamaan Itikaf
Itikaf merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah saw., dan memiliki banyak keutamaan, antara lain :
  1. Dengan beritikaf orang akan dengan mudah dapat melakukan ibadah shalat fardhu secara kontinyu dan berjama’ah karena dia telah berada di dalam masjid. Berarti dia pulang dengan membawa pahala shalat jama’ah 27 kali lipat dibandingkan shalat sendirian.
  2. Itikaf membantu menguatkan seseoranng untuk mendirikan shalat dengan khusyu’ karena mu’takif (orang yang beritikaf) telah memutuskan perhatian kepada selain Allah. Dia telah melepaskan segala kesibukan dan pikiran duniawi atau apapun yang dapat menghilangkan kejernihan hati dan ketentraman jiwanya.
  3. Itikaf membantu mu’takif untuk menjalankan shalat atau amalan sunnah sebab dia telah mengkhusyu’kan dirinya untuk sibuk dengan berbagai macam ibadah. Ia mengkonsentrasikan pikiran dan jiwanya kepada Allah serta berharap kelak berjumpa denganNya. Rasulullah saw. bersabda, “Sedekat-dekatnya hamba pada Tuhannya adalah ketika ia sedang bersujud, maka perbanyaklah (saat bersujud) dengan berdo’a.” (HR. Muslim).
  4. Itikaf membuat orang yang melakukannya selalu beruntung dengan mendapatkan shaf pertama pada shalat berjama’ah. Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah saw. bersabda. “Kalau saja manusia mengetahui akan (keutamaan) yang ada pada saat adzan dan shaf pertama, maka mereka tidak mendapatkan dirinya kecuali pastilah akan mementingkannya.” (HR. Bukhari).
  5.  Seorang mu’takif akan mendapatkan pahala menunggu datangnya waktu sahalat. Sabda Rasulullah saw., “sesungguhnya salah seorang diantara kamu teteap akan mendapat pahala shalat, selama menunggu shalat (berikutnya). Dan para malaikat pun akan mendo’akan, “Ya Allah, ampunilah dia, ya Allah berilah dia rahmat,” selama beranjak dari tempat shalatnya (masjid) atau sebelum terkena hadats.” (HR. Bukhari).
  6. Itikaf juga menjaga puasa seseorang dari perbuatan-perbuatan dosa walau kecil sekalipun, seperti mengumpat, berdebat, bebicara kotor, dan sebagainya. Itikaf juga merupakan sarana untuk menjaga pandangan mata dari melihat hal-hal yang diharamkan oleh Allah.
  7. Itikaf juga bisa digunakan sebagai sarana untuk mengintrospeksi diri, mengetahui sajauh mana kekuatan dan kelemahan yang dimiliki. Dalam hal ini, itikaf dapat diibaratkan sebagai rumah sakit, tempat dimana seseorang melakukan pengobatan secara total terhadap penyakit jiwanya, sehingga tidak bertambah parah. Sebagaimana tubuh, jiwa juga memerlukan pengobatan jika sakit.
Ibnu Qayyim Al Jauzi berkata,  “Itikaf disyariatkan dengan tujuan agar hati beritikaf dan bersimpuh di hadapan Allah, berkhalwat dengan-Nya, serta memutuskan hubungan sementara dengan sesama makhluk dan berkonsentrasi sepenuhnya kepada Allah,”.
Itulah urgensi itikaf. Ruh kita memerlukan waktu berhenti sejenak untuk disucikan. Hati kita butuh waktu khusus untuk bisa berkonsentrasi secara penuh beribadah dan bertaqarub kepada Allah saw.
Kita perlu menjauh dari rutinitas kehidupan dunia untuk mendekatkan diri seutuhnya kepada Allah saw., bermunajat dalam doa dan istighfar serta membulatkan niat untuk menjalankan syariat sehingga ketika kembali beraktivitas sehari-hari kita menjadi manusia baru yang lebih bernilai.
Agar itikaf kita berhasil memperkokoh keislaman dan ketakwaan kita, tidak ada salahnya jika dalam beritikaf kita dibimbing oleh orang-orang yang ahli dan mampu mengarahkan kita dalam membersihkan diri dari dosa.
Mudah-mudahan Allah memberikan taufik dan inayahNya kepada kita agar dapat menjalankan itikaf sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam, terutama di bulan Ramadhan yang mulia ini.
Semoga dalam proses ibadah puasa yang sedang kita jalani ini benar-benar menjadi ajang latihan sehingga keluar menjadi “alumni ramadhan” yang berkualitas. Amin!

Jumat, 03 Agustus 2012

Ibu Menyusui, Baiknya Berpuasa Atau Tidak?

Agama Islam memberikan pengecualian untuk wanita menyusui di bulan Ramadan. Mereka diperkenankan untuk tidak menjalankan ibadah puasa, namun tetap harus menggantinya melalui dua cara, yaitu mengganti dengan puasa di luar Ramadan atau membayar fidyah (barang penebus).

Dibolehkan tidak berpuasa bukan berarti dilarang berpuasa. Tentu saja banyak juga ibu menyusui yang memilih ikut menjalankan ibadah puasa selama Ramadan. Namun apa pengaruhnya dari segi kesehatan?

Ahli gizi Christine Natalie menyarankan sebaiknya tidak usah berpuasa jika ibu yang sedang menyusui itu memang merasa tidak sehat atau terganggu. Ini demi kebaikan ibu dan bayinya yang sedang disusui. “Tapi jika memang merasa sehat, silakan berpuasa,” tuturnya.

Menurut dia, hingga saat ini belum ada dampak negatif bagi seorang ibu yang menyusui saat menjalankan puasa. Tentu saja sepanjang hal itu dijalankan dalam kondisi tidak lemas dan asupan tetap terjaga. “Sebab saat berpuasa komposisi zat gizi pada ASI tidak akan berubah,” ujarnya.

Jika memang ibu yang sedang menyusui tetap ingin berpuasa di saat Ramadan, Christine menyarankan agar tetap makan tiga kali sehari. Yakni saat berbuka, selepas tarawih, dan sahur. Selain itu, pola gizinya harus seimbang, dengan tetap memperbanyak cairan yang masuk ke dalam tubuh. “Jangan lupa juga, istirahat harus mencukupi,” lanjutnya.

Dia juga mengungkapkan bahwa untuk menambah protein, sebaiknya saat makan ditambah dengan suplemen berupa jus buah, susu, atau madu.

Di tempat terpisah, Abas Jauhari, dosen di Universitas Islam Negeri menjelaskan, kondisi kesehatan atau alasan medis bisa dijadikan illat (motif penetapan hukum) diperbolehkannya ibu yang menyusui untuk tidak berpuasa. “Jadi agama memang memperkenankan,” katanya.

Karena itu, kata dia, penilaian kedokteran atau medis dalam hal puasanya ibu menyusui menjadi sangat penting. Jika memang mengganggu atau bisa mendatangkan dampak buruk terhadap kesehatannya maupun kesehatan bayinya, bisa jadi dasar tidak berpuasa.

Kendati demikian, sesuai ajaran agama, puasanya harus diganti di luar bulan Ramadan, seperti dilakukan oleh orang yang tidak mampu menjalankan puasa akibat larangan lain.
Bisa juga, lanjut Abas yang juga bekerja di Departemen Agama itu, diganti dengan membayar fidyah. “Yakni memberi makan fakir miskin sebagai pengganti tidak berpuasa,” katanya.
Ketentuan minimumnya adalah dengan menghitung jumlah puasa yang ditinggalkan. Jika satu hari, maka penebusnya diberikan kepada satu fakir miskin. Begitu seterusnya.

Sedangkan seberapa besar yang harus diberikan, katanya, soal fikih seperti ini banyak perbedaan pendapat. “Bisa juga ukurannya sesuai dengan kebiasaan atau selayaknya yang kita makan. Jangan dikurangi,” ungkapnya.

Abas menjelaskan, cara membayar fidyah ini bisa dilakukan setiap hari selama bulan Ramadan selepas waktu berbuka, bisa juga dikumpulkan di satu hari usai Ramadan. Agama juga memperkenankan memberikan makanan yang belum dimasak, misalnya berupa beras serta lauk-pauknya.

Namun Abas juga mengingatkan bahwa membayar fidyah  tidak bisa digantikan dengan uang dalam jumlah tertentu. Jadi bentuknya adalah kebutuhan pokok. “Seandainya mau mengganti dengan puasa sebanyak yang ditinggalkan, itu lebih baik,” katanya.

Sabtu, 28 Juli 2012

kisah Tukang Bakso


Di suatu senja sepulang kantor, saya masih berkesempatan untuk ngurus tanaman di depan rumah, sambil memperhatikan beberapa anak asuh yang sedang belajar menggambar peta, juga mewarnai.. Hujan rintik-rintik selalu menyertai di setiap sore di musim hujan ini.
Di kala tangan sedikit berlumuran tanah kotor….. terdengar suara tek…tekk.. .tek…suara tukang bakso dorong lewat. Sambil menyeka keringat…, ku hentikan tukang bakso itu dan memesan beberapa mangkok bakso setelah menanyakan anak-anak, siapa yang mau bakso?
“Mauuuuuuuuu..”, secara serempak dan kompak anak-anak asuhku menjawab.
Selesai makan bakso, lalu saya membayarnya.
Ada satu hal yang menggelitik fikiranku selama ini ketika saya membayarnya, si tukang bakso memisahkan uang yang diterimanya. Yang satu disimpan dilaci, yang satu ke dompet, yang lainnya ke kaleng bekas kue semacam kencleng. Lalu aku bertanya atas rasa penasaranku selama ini.
“Mang kalo boleh tahu, kenapa uang-uang itu pisahkan? Barangkali ada tujuan?”
“Iya pak, memang sengaja saya memisahkan uang ini selama jadi tukang bakso yang sudah berlangsung hampir 17 tahun. Tujuannya sederhana saja, hanya ingin memisahkan mana yang menjadi hak saya, mana yang menjadi hak orang lain / amal ibadah, dan mana yang menjadi hak cita-cita penyempurnaan iman seorang muslim”.
“Maksudnya…?”, saya melanjutkan bertanya.
“Iya Pak, kan agama dan islam menganjurkan kita agar bisa berbagi dengan sesama. Sengaja saya membagi 3 tempat, dengan pembagian sebagai berikut :
1. Uang yang masuk ke dompet, artinya untuk memenuhi keperluan hidup sehari-hari untuk keluarga.
2. Uang yang masuk ke laci, artinya untuk infaq /sedekah, atau untuk melaksanakan ibadah Qurban. Dan alhamdulillah selama 17 tahun menjadi tukang bakso saya selalu ikut qurban seekor kambing, meskipun kambingnya yang ukuran sedang saja.
3. Uang yang masuk ke kencleng, karena saya ingin menyempurnakan agama yang saya pegang yaitu Islam. Islam mewajibkan kepada umatnya yang mampu untuk melaksanakan ibadah haji. Ibadah haji ini tentu butuh biaya yang besar, Maka kami sepakat dengan istri bahwa di setiap penghasilan harian hasil jualan bakso ini kami harus menyisihkan sebagian penghasilan sebagai tabungan haji.. Dan insya Allah selama 17 tahun menabung, sekitar 2 tahun lagi saya dan istri akan melaksanakan ibadah haji.
Hatiku sangat… sangat tersentuh mendengar jawaban itu. Sungguh sebuah jawaban sederhana yang sangat mulia. Bahkan mungkin kita yang memiliki nasib sedikit lebih baik dari si tukang bakso tersebut, belum tentu memiliki fikiran dan rencana indah dalam hidup seperti itu. Dan seringkali berlindung di balik tidak mampu atau belum ada rejeki.
Terus saya melanjutkan sedikit pertanyaan, sebagai berikut : “Iya tapi kan ibadah haji itu hanya diwajibkan bagi yang mampu…? termasuk memiliki kemampuan dalam biaya…?
Ia menjawab, “Itulah sebabnya Pak, justru kami malu kepada Tuhan kalau bicara soal Rezeki karena kami sudah diberi Rizky. Semua orang pasti mampu kok kalau memang niat..?
Menurur saya definisi “mampu” adalah sebuah definisi dimana kita diberi kebebasan untuk mendefinisikannya sendiri. Kalau kita mendefinisikan diri sendiri ebagai orang tidak mampu, maka mungkin selamanya kita akan menjadi manusia tidak mampu. Sebaliknya kalau kita mendefinisikan diri sendiri, “mampu”, maka Insya Allah dengan segala kekuasaan dan kewenangannya Allah akan memberi kemampuan pada kita kok.
“Masya Allah… sebuah jawaban dari seorang tukang bakso”.
Sahabat…..
Cerita perjalanan spiritual ini sangat sederhana dan jadi inspirasi. Semoga memberi hikmah terbaik bagi kehidupan kita. Amien……..
Dalam hadits Qudsi,
“Sesungguhnya Allah berfirman: Aku akan mengikuti prasangka hamba-Ku dan Aku akan senantiasa menyertainya apabila berdoa kepada-Ku” (HR. Bukhari Muslim)

Jangan mati-matian mengejar sesuatu yang tidak bisa dibawa mati.





Tips dan Cara Mengobati & Mengatasi Diare

 Terkadang kita sebagai manusia lalai terhadap kesehatan tubuh kita, sehingga tidak bisa menghindarkan diri dari makanan yang tidak higienis atau bersih dari segala macam bibit kuman dan penyakit. Apabila kita makanan yang tidak higienis maka kita bisa terserang penyakit pencernaan yang salah satu akibatnya adalah diare atau mencret-mencret. Selain itu diare dapat disebabkan oleh keracunan bahan kimia dalam makanan, masuk angin, dehidrasi (kekurangan cairan tubuh) dan lain sebagainya.

Diare adalah suatu kondisi di mana seseorang buang air besar berkali-kali dalam satu hari yang melebihi batas normal dan tinja atau feses yang keluar berupa cairan encer atau kental disertai angin / kentut dari dalam perut. Berikut di bawah ini adalah 4 (empat) teknik atau cara untuk menanggulangi diare atau mencret-mencret.
1. Minum Air Putih yang Banyak
Sering-seringlah minum air putih yang banyak karena dengan sering buang air besar maka tubuh akan kehilangan banyak cairan yang harus selalu digantikan dengan cairan yang baru. Setiap setelah BAB minumlah satu atau dua gelas air putih atau air mineral yang bersih dan sudah dimasak.
Minumlah oralit yang merupakan larutan gula garam untuk membantu pembentukan energi dan menahan diare / berak setelah habis BAB. Hindari minum kopi, teh dan lain sebagainya yang mampu merangsang asam lambung.
2. Makan Makanan Khusus
Hindari makan makanan yang berserat seperti agar-agar, sayur dan buah karena makanan berserat hanya akan memperpanjang masa diare. Makanan berserat hanya baik untuk penderita susah buang air besar.
Bagi penderita diare sebaiknya makan makanan rendah serat dah halus seperti bubur nasi atau nasi lemes dengan lauk telur asin. Di sini nasi akan menjadi gula untuk memberikan energi, sedangkan telur asin akan memberikan protein dan garam untuk menahan mencret dan sebagai zat pembangun tubuh. Hindari makan makanan di luar sembarangan serta makanan yang pedas mengandung cabai dan lada.
3. Istirahat yang Cukup
Tidak dapat dipungkiri bahwa orang yang buang-buang air akan terasa lemah, lemas, lesu, kurang bergairah, dan sebagainya. Untuk itu bagi anda yang sudah merasa sangat lemas sebaiknya meminta izin sekolah atau kantor untuk menghindari dari kemungkinan yang terburuk atau memalukan di tempat umum. Tidur sebanyak-banyaknya namun tidak melupakan waktu makan makanan dan obat harus teratur, banyak minum, beribadah dan berdoa dan lain-lain.
4. Minum Obat Dengan Dosis yang Tepat
Ada baiknya anda berkonsultasi dengan dokter dan meminta obat yang tepat untuk anda, karena setiap orang memiliki karakteristik masing-masing dalam pemilihan obat. Rumah sakit, dokter praktek, puskesmas atau balai pengobatan lain yang sesuai izin depkes adalah pilihan yang tepat karena memiliki dokter yang baik dengan obat-obatan yang baik pula. Bila anda ragu datangi saja dokter lain untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.
Setalah mendapatkan obat minumlah obat itu sesuai dosis yang waktu yang telah ditentukan. Biasanya dokter akan memberikan obat mules, obat mencret, vitamin dan antibiotik. Untuk obat mules dan mencret sebaiknya diminum jika perut mulas dan diare saja dan hentikan jika sudah berhenti mules dan diare. Sedangkan untuk antibiotik wajib dihabiskan agar kuman dan bibit penyakit lainnya mati total dan tidak membentuk resistensi. Untuk vitamin terserah anda mau dihabiskan atau tidak, akan tetapi tidak ada salahnya jika dihabiskan karena vitamin baik untuk anda asalkan tidak berlebihan.

 

Rabu, 18 Juli 2012

Marhaban Yaa Ramadhan

Jika semua harta adalah Racun,...

Maka zakatlah penawarnya.

Jika seluruh umur adalah dosa

maka taqwa dan tobatlah obatnya

Jika seluruh bulan adalah noda

Maka RAMADHAN-lah pemutihnya.


 

Ramadhan setiap tahun , hawa sejuknya seakan selalu menyusuk ke kalbu yang khuzu.
Menggapai iman insan yang berniat mencuci dekilnya nurani dan berniat menjinakkan jiwa jalang yang terkadang meronta tiada tara.

Andailah segenap bulan adalah Ramadhan, maka akan putihlah segenap hitam yang membuat kusam cakrawala. maka akan bersihlah segenap dekil yang menempel di bumi yang renta. Dan kembali suci segenap najis yang menodai nilai fitri.

Namun....ah, sayang,.... Ramadhan hanya sebulan!, Mukmin bahagia menjemput,... sebaliknya sang munafik jengkel berpekik bersama setan-setan yang mahir mengukir semu indahnya keingkaran.

Kita tidak bisa membayangkan seandainya bulan-bulan yang mewangun tahun dan mewangun abad tidak punya Ramadhan sama sekali. Waktu akan mengalir secara datar dan hampa, tak ada filter waktu yang menyaring sarwa kelalaian manusia, tak ada balance waktu yang mengimbangi bulan-bulan datar yang penuh relativitas hidup, penuh tradisi yang berbasa-basi, penuh tipuan dan kelicikan.

Kita tidak bisa membayangkan andai mental manusia yang semakin dekil dari bulan ke bulan, dari tahun ke tahun, dari abad ke abad, tak dicuci bersih oleh banyu asihnya Ramadhan mulia.

Banyu asih Ramadhan akan mencuci segenap perangkat kesyukuran insan bumi.Palu tempaan pun akan tercuci suci, yang akan menempa akhlak dan watak, yang pada akhirnya akan menjelma ketahanan jiwa dan mental serta daya juang kebenaran akan semakin kokoh tak terlunglaikan oleh kekenyangan materi.

Marhaban ya Ramadhan,... aku rindu kedatanganmu, Sang jiwa sadar merindukan surga yang sebenarnya, surga yang memelodikan kasih abadi.
Embun suci di pagi hari, hati yang bersih akan lahir kembali
Bulan ramadhan telah menanti, bersihkan diri menghadap Ilahi
Mohon maaf atas segala salah dan khilaf yg pernah ada
“selamat menunaikan ibadah puasa, semoga amal ibadah kita diterima oleh ALLAH SWT..amin”


MARHABAN YA RAMADHAN

Cara Menjaga "Daya Tahan Tubuh" 

 

 Mereka yang melewati masa sekolah tahun 1980-an sampai 1990-an  untuk cara menjaga  daya tahan tubuh tentu sangat mengerti dengan"empat sehat lima sempurna" tubuh akan menjadi sehat jika kita mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Meski sekarang dikoreksi menjadi " Gizi Seimbang", namun tak bisa disangkal bahwa makanan yang kita konsumsi akan menentukan seberapa sehatnya kita.

Hidup di jaman sekarang ini cara untuk  menjaga daya tahan tubuh    sudah tidak seperti tiada kala, sekarang kita berhadapan  dengan lingkungan yang semakin tidak bersahabat dan gaya hidup yang tidak sehat seperti polusi, radikal bebas, pola makan yang tidak seimbang, kurangnya aktivitas olahraga, mengonsumsi obat-obatan immunosupresif, dan ancaman bakteri maupun virus. Dengan kata lain, ancaman terhadap kesehatan semakin tinggi.

Untuk melawan itu semua, sistem "daya tahan tubuh" yang terdiri  atas tiga lapisan (kulit,sel,imun, dan antibodi) memerlukan asupan nutrisi yang lengkap dan seimbang. Asupan itu meliputi vitamin A, B6, B12,C,D,E, asam folat, zat besi, tembaga, selenium, dan seng. Dengan mengasup beberapa vitamin dan mineral tadi, sistem daya tahan tubuh terlindungi sehingga kita selalu sehat walaupun tiggal di lingkungan yang semakin tidak sehat.

Jagalah selalu asupan nutrisi dan pastikan Anda melakukan beberapa hal untuk menjaga daya tahan tubuh berikut ini:
  • Minum air secukupnya
  • Hiruplah udara segar dengan banyak menanam pohon di lingkungan rumah.
  • Istirihat yang cukup
  • Menghindari stres berlebihan
  • Diet seimbang
  • Tidak mengonsumsi makanan secara sembarangan

Pengganti Cairan Tubuh yang Hilang saat Berpuasa


Inilah pengganti cairan tubuh yang hilang saat puasa - Dalam sehari manusia mengeluarkan cairan dalam tubuh sekitar 2 liter baik berupa urine, keringat atau yang lainnya. Ketika puasa pemasukan cairan menjadi terbatas, tapi ada cara cepat mengganti cairan tubuh yang hilang.





Seringkali ketika melihat orang berbuka puasa 
dengan minum air kelapa. Ternyata kebiasaan ini cukup membantu menghilangkan rasa haus dan mengganti konsumsi air yang hilang setelah 14 jam lebih berpuasa seharian. "Mengonsumsi air kelapa adalah salah satunya, terlebih lagi karena air kelapa mengandung komposisi elektrolit atau mineral yang seimbang dan mirip dengan cairan darah manusia," ujar
DR. Dr. Saptawati Bardosono, MSc dari Departemen Ilmu Gizi FKUI, saat dihubungi detikHealth, Sabtu (21/8/2010).


Lebih lanjut dokter yang akrab disapa Dr Tati ini menuturkan kandungan yang terdapat di dalam air kelapa adalah air sebanyak 95,5 persen, nitrogen sebanyak 0,05 persen, asam fosfat sebanyak 0,56 persen, kalium sebanyak 0,25 persen, kalsium oksida sebanyak 0,69 persen, magnesium oksida sebanyak 0,59 persen serta sedikit zat besi dan gula. "Bila air kelapa dikonsumsi sebagai minuman untuk menghilangkan rasa haus seperti halnya minum air, maka hal ini tentu saja tidak menjadi masalah," ujar dokter yang juga menjadi anggota Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI).


Beberapa orang yang menderita batu ginjal juga sangat percaya air kelapa membantu memecah batu ginjalnya. Tapi menurut Dr Tati penderita ginjal malah harus berhati-hati mengonsumsinya. Hal ini disebabkan orang yang memiliki gangguan ginjal tidak bisa menjalankan fungsinya dengan baik untuk mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit di dalam tubuhnya. Jadi sebaiknya berhati-hati dengan segala cairan yang diminum.


Menurut Dr Tati sejak dulu, air kelapa digunakan untuk pengobatan secara herbal oleh nenek moyang manusia. Air kelapa dapat memperlancar susah kencing, mabuk, mengobati kelelahan dan kini juga digunakan untuk menaikkan cairan ketika kena demam berdarah.


"Sejak zaman nenek moyang, air kelapa selain untuk menghilangkan rasa haus juga sudah dikenal dengan beberapa khasiat lainnya yang memerlukan pembuktian secara ilmiah," ungkap dokter yang juga menjadi staf pengajar di FKUI.


Dr Tati mencontohkan manfaat dari air kelapa adalah kandungan asam lauratnya yang bermanfaat sebagai antivirus dan anti kuman. Sifatnya sebagai minuman isotonik, kandungan gula, kalium dan rendahnya kandungan natrium cocok sebagai minuman berenergi untuk atlet karena dapat mengatur elektrolit tubuh dan
menghilangkan rasa lelah.


 Gejala kanker Payudara

Gejala kanker payudaraKanker payudara merupakan penyakit yang disebabkan oleh berkembangnya sel kanker di daerah payudara. Penyakit kanker payudara umumnya kebanyakan di alami oleh wanita, penyakit kanker payudara merupakan penyakit yang sangat berbahaya dan bisa menyebabkan kematian.

Untuk itu bagi anda para wanita perlu mengetahui gejala kanker payudarasehingga bila terjadi pada diri anda dapat segera dideteksi dan segeralah periksa ke dokter.
gejala kanker payudara
Gejala Kanker Payudara
  • Benjolan di payudara
Jangan menyepelekan benjolan yang terdapat di payudara sekecil apapun itu. Umumnya, benjolan tidak terasa sakit dan ukurannya hanya sebesar kacang tanah. Tetapi, jika benjolan tersebut merupakan kanker lama-kelamaan ukurannya akan membesar. Lakukan pemeriksaan payudara sendiri secara teratur. Jika ada benjolan yang mencurigakan segera periksa ke dokter.
  • Rasa Gatal, Sakit dan Payudara Memerah
Adanya ruam pada kulit atau rasa panas saat menyentuh payudara merupakan gejala kanker payudara. Kanker Payudara dapat menyebabkan payudara membengkak, iritasi serta timbulnya rasa nyeri. Selain itu kanker payudara juga menyebabkan kulit memerah bahkan ungu seperti memar. Awalnya kanker payudara disertai dengan rasa pegal seperti saat pra-menstruasi dan gatal seperti terkena alergi. Namun kedua rasa tersebut tidak bisa hilang dalam waktu dekat.
  • Perubahan bentuk dan warna pada puting
Jika ada perubahan bentuk atau warna pada puting susu, Anda juga harus lebih waspada. Biasanya pada pasien kanker payudara puting tertarik ke dalam (retraksi), berwarna merah atau kecoklatan. Keadaan kulit pun mengkerut seperti kulit jeruk.
  • Keluar darah dari puting
Salah satu gejala kanker payudara adalah keluarnya darah dari puting. Warnanya pun tidak selalu merah bisa juga agak kecoklatan. Untuk itu jika puting mengeluarkan cairan berwarna, segeralah konsultasi ke dokte
Doa Niat Puasa Ramadhan
Doa Niat Berpuasa Ramadhan




Bismillaahirrohmaanirrohiim,
Nawaitu shouma ghodin ‘an adaa-i fardhi syahri romadhoona haadzihis sanati lillaahi ta ‘aala.

Artinya :

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Aku berniat puasa esok hari menunaikan kewajiban Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala